Tangerang – Umat Buddha di kawasan Central Business District (CBD) Lotus menggelar ritual sembahyang arwah (Ullambana) dengan khidmat. Dalam suasana yang penuh rasa bakti, umat berkumpul untuk membacakan Ulambana Sutra guna melimpahkan jasa serta mendoakan para leluhur, sanak keluarga yang telah meninggal dunia, hingga seluruh makhluk di berbagai alam.
Rangkaian kegiatan ritual diawali dengan pembacaan paritta dan Ulambana Sutra yang dipimpin langsung oleh anggota Sangha. Dengan merangkapkan kedua tangan (anjali), para umat mengikutinya secara khusyuk untuk mengikis karma buruk dan melimpahkan kebajikan kepada para leluhur agar mendapatkan tempat terbaik.
Selain pembacaan sutra dan doa bersama, upacara dilanjutkan dengan prosesi pembakaran persembahan lambang bakti (kertas sembahyang/kertas doa). Pembakaran simbolis ini dilakukan di area outdoor tempat kegiatan berlangsung sebagai bentuk penghormatan dan penyampaian niat tulus dari keluarga yang ditinggalkan kepada para leluhur.
Melalui peringatan bulan Ulambana ini, umat Buddha diajarkan untuk senantiasa mengingat jasa-jasa orang tua dan leluhur (prinsip filial piety). Tradisi melimpahkan jasa (Pattidana) ini diharapkan tidak hanya memberikan kedamaian bagi para leluhur, tetapi juga menumbuhkan rasa kasih sayang, kebijaksanaan, dan kepedulian di dalam diri umat yang masih hidup.